Sastra

‘Mbah Buyut’ Penerbit Indie Jogja


img-20161008-wa0005

Wah. Tidak menyangka Shalahuddin Press ternyata ‘Mbah Buyut e’ penerbit indie di Yogyakarta. Kata bagan silsilah di Kampung Buku Jogja #2 yang dijepret salah seorang adik angkatan tersebut, Shalahuddin Press (1984-1989) adalah penerbit yang mula-mula merintis tradisi penerbitan indie di Yogyakarta.

Penerbit ini menginspirasi atau memelopori lahirnya penerbit-penerbit indie lain di Yogyakarta. Sebut saja, Bentang Budaya, Sipress, C-Books, Teplok Press, LKIS, Galang Press, Indonesia Tera, Qalam, Jendela, Jalasutra, Ombak, dan sebagainya.

“Shalahuddin Press cukup dekat dengan Jamaah Shalahuddin UGM, tapi gaya penerbitannya berbeda dengan gaya penerbitan kampus atau kelembagaan. Karena itulah kenapa ia menjadi titik awal penyusunan silsilah ini.

Shalahuddin Press (1984) didirikan oleh Ahmad Fanani, adalah penerbit yang konsisten di ranah produksi dan distribusi teks-teks pemikiran kritis. Ia mulai bereksperimen dengan gaya sampul buku yang kelak melahirkan desain sampul teks penerbit-penerbit Jogja.

Sosok penting lainnya dalam penerbit ini adalah Harry ‘Ong’ Wahyu (desainer sampul), Ari Widjaja (desainer sampul), Mustofa W. Hasyim (editor), dan Buldanul Khuri (staf tata artistik). Mereka pula yang terus aktif di dunia penerbitan buku era 1990-an dan awal 2000-an atau setelah runtuhnya Shalahuddin Press pada 1989.”

NB: Kampung Buku Jogja #2 diadakan tanggal 6-8 Oktober di Foodpark UGM Bulaksumur. Dalam pameran itu, saya lihat ada agenda “Mengurai Silsilah Penerbit Jogja” yang dibawakan Adhe Maruf dan Muhidin M. Dahlan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s