Sajak

Selepas Ini

:sebuah catatan untukmu       aku ingat aku melihat wajahmu yang pucat di jalanan itu, dan aku menangis karenanya. untuk pertama kali. aku tak pernah tahu bila ternyata aku akan selalu menangis lagi, lagi, dan lagi karenamu, untukmu.  menangis dalam kesunyianku yang pekat. aku melihat daun-daun kuning kering yang jatuh berguguran dan bagaimana angin … Continue reading