Sajak

Kawan Sepermainan

Kawan Sepermainan -Untuk Mbak Ning,   Aku ingin berlari melintasi waktu Kembali menjemput masa kanak-kanak kita Yang gemilang. Seperti album foto hitam putih yang berdebu Satu persatu ingatan Kubuka kembali Saat kita berlari di bawah hujan tanpa halang rintang Dulu kita bisa membikin tanah liat menjadi bakwan Dan daun jambu menjadi duit-duitan Kepompong di pohon … Continue reading

Catatan / Sajak

16 Tahun Buru

Di kawasan lereng Merapi-Merbabu, banyak desa yang dulunya menjadi basis PKI. Kami sedang mampir sholat di sebuah masjid desa, ketika saya lihat kakek itu mencabuti rumput seorang diri di pelataran masjid. Saya pun membuka obrolan. Sebuah pertemuan yang mengantarkan saya pada satu pengalaman ‘merasakan’ Buru, bukan hanya ‘memikirkan’ Buru. Tidak seratus persen tepat sebagaimana yang … Continue reading

Sajak

SAJAK AWAL JANUARI

SEBATANG POHON MANGGA DI DEPAN RUMAH -Sehelai daun mangga kering Landai ke tanah tertiup angin -Sehelai uban putih di rambutmu Menyeruak nampak bersama garis-garis keriput di dahi Ayah, Lihatlah pohon mangga di depan rumah kita Yang kita tanam di kala pagi gerimis Ketika usiaku baru lima Lingkar-lingkar kayu itu telah menapakkan jejak tahun Ayah, Lihatlah … Continue reading

Catatan / Sajak

Rindu ini Sederhana

Bagaimana jika bunga-bunga berguguran diterkam angin, tanpa sempat ia menyisakan kenangan keindahan pada gadis-gadis kecil yang berjalan di taman? Jatuh luruh sia-sia.. Sementara kau tak kunjung memetiknya, menjadikan karangan indah penyejuk mata. *** Tak ada yang lebih sabar kecuali semesta yang menunggu datangnya mentari pagi, Setelah malam memerangkapnya dalam kegelapan. Dan tak ada yang lebih … Continue reading

Sajak

Selepas Ini

:sebuah catatan untukmu       aku ingat aku melihat wajahmu yang pucat di jalanan itu, dan aku menangis karenanya. untuk pertama kali. aku tak pernah tahu bila ternyata aku akan selalu menangis lagi, lagi, dan lagi karenamu, untukmu.  menangis dalam kesunyianku yang pekat. aku melihat daun-daun kuning kering yang jatuh berguguran dan bagaimana angin … Continue reading

Sajak

Balada di Warung Kecil dan Showroom Megah

:sebuah reportase dari satu sudut kota Jogja   Azan mengumandang menerobos panas terik jalanan… Seorang wanita tua tertatih-tatih dalam ketakberdayaannya dengan tangan keriput ia meraba-raba dinding bambu di warung kecilnya yang berdiri  tak indah depan showroom megah berpagar besi bercat merah. Kaleng cat kecil berisi air berdiri rapuh di atas dua papan sejajar mulai melengkung … Continue reading

Sajak

Indonesia(n)

ini tanahku, ini bumiku ini negeri khatulistiwa berjuluk Indonesia.   ini negeri dimana internasionalisasi sekolah mematikan bahasa lalu kami lupa bagaimana INDONESIA dieja.   di negeri ini sastra hanya milik orang tak punya masa depan meski sastrawan kami bilang… “tanpa mencintai sastra kalian hanya tinggal hewan.” tapi buat apa belajar sastra?! buat apa menelaah bahasa?! … Continue reading