Catatan

Nyanyian Akar Rumput

Petang mulai membayang ketika bus Trans Jogja melaju membawaku ke Terminal Giwangan. Lampu-lampu kendaraan beradu silau pandang menembus gelap yang merayap perlahan-lahan. Giwangan lagi. Lama tak bersua dengan Giwangan. Perjumpaan dengan terminal itu selalu terasa melelahkan sebagai penutup hari. Sampai Giwangan, aku disambut dengan sebuah perubahan kecil. Ah, sungguh kata ini benar-benar kata abadi. Perubahan … Continue reading