Catatan / Sajak

16 Tahun Buru

Di kawasan lereng Merapi-Merbabu, banyak desa yang dulunya menjadi basis PKI. Kami sedang mampir sholat di sebuah masjid desa, ketika saya lihat kakek itu mencabuti rumput seorang diri di pelataran masjid. Saya pun membuka obrolan. Sebuah pertemuan yang mengantarkan saya pada satu pengalaman ‘merasakan’ Buru, bukan hanya ‘memikirkan’ Buru. Tidak seratus persen tepat sebagaimana yang … Continue reading

Catatan

Puisi

Menulis puisi butuh kepekaan, keperluan untuk menghayati setiap detail, mengikuti tarian rama-rama seraya menggoda daun yang jatuh berputar-putar tertiup angin. Sambil sesekali juga menjatuhkan air mata bersama tangis pengemis kecil yang mengiba. Kemudian berteriak garang, memaki deru serak roda kehidupan. Lantas belajar menjadi bijak, berpikir melintasi yang tak tampak, berdzikir bersama alunan sendu rerumputan yang … Continue reading