Cerpen

DZIKIR

Ada satu kebiasaan bapak setelah shalat lima waktu yang sering kami protes. Beliau selalu berdzikir 100 kali selepas shalat. Tidak boleh kurang, walau hanya satu bilangan. Padahal menurut kami, dzikir 100 kali itu kebanyakan. Kami tidak jenak duduk berdzikir selama itu. Tapi jangankan kami. Ibu, yang sudah mendampingi bapak selama 25 tahun pun kadang masih … Continue reading

Cerpen

MPRET

Setiap yang mendengar dia memperkenalkan diri, minimal pasti butuh satu pertanyaan untuk memastikan apakah mereka tidak salah dengar. Dia memperkenalkan diri sebagai: MPRET. Ah yang bener? Ya, nama saya Mpret. Meski dengan dahi berkerut heran, orang-orang pun lantas memanggilnya Mpret. Tapi, Mpret bukan nama sebenarnya. Itu nama panggung atau nama beken saja. MPRET. Sebab, Mpret … Continue reading

Cerpen

ASU DANDANG LAK

            Sejak aku masih kecil, Bapak sering bercerita padaku tentang banyak hal.  Duduk di teras rumah sembari menatap langit barat yang mulai kemerahan, dan aku duduk di pangkuan Bapak sambil menelusuri lekuk-lekuk mukanya yang makin bertambah. Bahkan hingga kini, hingga aku telah berumur 6 tahun; meski aku tak lagi duduk di pangkuannya. Bapak senang bercerita … Continue reading

Cerpen

GENOCIDE

“Paduka Tuan, bukan saya tidak mau melaksanakan pekerjaan yang berat ini, namun saya minta pertimbangan, karena pekerjaan saya ini lebih berat daripada yang lain. Karena pasti tidak akan mendapat pertimbangan, maka saya perlihatkan keberanian saya kepada Paduka Tuan, bahwa Regent Sumedang yang bernama Koesoemadinata lebih baik mati menjadi korban daripada rakyat yang tidak berdosa!” Ndoro … Continue reading

Cerpen

Ayah, Aku Mencintainya…

Aku tak pernah ingat kapan terakhir kali aku jatuh cinta, bahkan aku tak ingat apakah aku pernah jatuh cinta. Tapi, sepasti datangnya musim semi setelah musim salju, cinta itu pun perlahan-lahan menghampiri. Menyapa dengan tenang, diam-diam, dan tanpa permisi. Hadirnya membawa gemuruh, gejolak hati yang tak terpadamkan. Aku bertemu dengannya di suatu senja yang merah, … Continue reading

Cerpen

Kali Progo

Malam mulai membayangi bumi. Seorang wanita berjalan cepat dari arah keremangan, menuju sebuah rumah gedhek di depan warung mie ayam. Sampai di emperan rumah, wanita itu membuka topi dan menyangkutkannya pada sebatang paku yang mencuat dari dinding gedhek. Ia berjalan masuk ke rumah, meneguk segelas air putih lalu berteriak- teriak memanggil. “Meeet!…… Slamet! Mbok, Slamet … Continue reading

Cerpen

S.O.S.

Angin pantai sore hari berhembus pelan. Laut tampak begitu tenang. Daun – daun pohon kelapa tak henti – hentinya melambai. Selamat tinggal hutan, pohon – pohon, monyet, kakak tua, buaya, teman – teman semua dan selamat tinggal juga bapak – bapak pemburu! Selamat tinggal Indonesia! kapal bergerak makin cepat. Deru motor mesinnya memekakkan telinga. Pantai … Continue reading