Sastra

‘Mbah Buyut’ Penerbit Indie Jogja

Wah. Tidak menyangka Shalahuddin Press ternyata ‘Mbah Buyut e’ penerbit indie di Yogyakarta. Kata bagan silsilah di Kampung Buku Jogja #2 yang dijepret salah seorang adik angkatan tersebut, Shalahuddin Press (1984-1989) adalah penerbit yang mula-mula merintis tradisi penerbitan indie di Yogyakarta. Penerbit ini menginspirasi atau memelopori lahirnya penerbit-penerbit indie lain di Yogyakarta. Sebut saja, Bentang Budaya, … Continue reading

Sastra

Penerbit

Petang itu, saya berlari-lari ke Jakarta. Kami janjian dengan seorang penulis, Yosi Avianto Pareanom. Om Yosi adalah penulis novel //Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi// (2016). Anggota Dewan Kesenian Jakarta ini juga menulis //Rumah Kopi Singa Tertawa// (2011). Usianya hampir seumuran dengan ibu saya. Ia menikah ketika saya lahir. Tahun 1992. Hangat. Ia berusaha mengakrabi … Continue reading

Sastra

Satu Akar, Dua Batang

Layaknya sebuah pohon, kesusastraan Indonesia dan Malaysia memiliki akar yang sama. Dari akar yang sama itulah kini tumbuh dua batang pohon, yang berdekatan tapi seolah tak saling mengenal. Tradisi kesusastraan Indonesia-Malaysia berasal dari akar yang sama, namun kini telah berjalan sendiri-sendiri. “The literary work cann’t be fully or truly understood apart from the milieu or … Continue reading

Catatan / Sastra

Arok Dedes

Membaca Pram adalah membaca sejarah. Sejarah yang kadang berbeda dari versi umum yang sering diperdengarkan. Dalam tetralogi Bumi Manusia, kita disuguhi konflik-konflik manusia Indonesia pada masa kolonialisme dan kebangkitan nasional lewat kacamata seorang tokoh semifiktif, Minke. Kemudian, dalam Arus Balik, Pram mengantarkan kita ke dalam cerita kejatuhan Majapahit, berdirinya Demak, dan awal kedatangan Peranggi. Terakhir, … Continue reading

Sastra

Indonesia, 1960-an

“Tahun 1960-an adalah tahun yang gawat dalam sejarah sastra negeri kita,” ucap Kakek. Matanya menatap kilasan-kilasan masa lalu yang nampak nyata, sekaligus tak bisa kujangkau. Kakekku adalah penulis. Seorang yang menyempurnakan hari-harinya di depan mesin tik tua berumur dua puluh tahun. “Mengapa, Kek? Apa yang terjadi pada tahun itu?” tanyaku seraya meletakkan secangkir teh hangat … Continue reading

Sastra

Musyawarah Burung

Suatu hari yang cerah ketika Attar tengah duduk-duduk bersama seorang kawan di muka pintu tokonya. Sementara dari luar, tampak seorang fakir tua menghampiri. Si fakir itu menahan langkahnya sesaat dan menghirup harumnya bau minyak wangi yang semerbak dari depan toko. Mengira ia datang untuk meminta belas kasihan, Attar pun bangkit dan mengusir fakir tua. Maka, … Continue reading

Catatan / Sastra

Menyelusuri Arus Balik, Membendung Zaman Kemerosotan

“Dalam novel-novel sejarah yang dia tulis, Pramoedya selalu membukakan ruang kemungkinan bagi penafsiran baru atas peristiwa-peristiwa sejarah yang selama ini diterima begitu saja. Arus Balik memotret berbagai peristiwa yang berkelindan pada abad 15-16, ketika tiga kekuatan besar menapaki bumi Nusantara. Kekuatan Hindu-Budha, Islam, dan Barat.” Pasca runtuhnya Majapahit, kekuasaan atas pulau Jawa jatuh ke tangan … Continue reading