Catatan / Saya membaca...

#10 buku yang menginspirasi


1. Negarawan yang Agung

Itu buku cerita pertama yang saya baca. Pas kelas 3 SD. Kelas 1-2 SD kami belum boleh masuk ke perpustakaan sekolah. Takut anak-anak buruh dan kuli ini, yang kata Kucai-nya Andrea Hirata ‘seperti anak-anak setan’ ini, hanya akan mengobrak-abrik perpustakaan atau menyobek-nyobek halaman buku karena mengira itu bisa dipake main duit-duitan. Menyedihkan ya, baru kenal buku pas kelas 3 SD?

Begitulah, saya lahir bukan sebagai generasi kanak-kanak yang bermain sambil ditemani Bobo. Cukup bekel, tidak ada Bobo masuk ke kampung kami. Jangankan pas saya kecil, dua tahun lalu saya mau langganan koran saja, K**pas tidak mau mengantarkannya ke rumah saya karena kejauhan…😀 Maka, ketika berhasil masuk ke perpustakaan, saya seperti melihat surga. Surga yang berdebu, apek bau buku lama, berantakan, dan sedikit dihiasi sarang laba-laba di dinding.

Negarawan yang Agung. Ceritanya sederhana, sebagaimana lazimnya cerita anak-anak. Ada protagonis yang teraniaya, tapi akhirnya kebenaran pasti menang. Didaktis sekali. Sayang, saya lupa siapa penulisnya. Yang nerbitin Depdikbud kayaknya.

  1. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Lagi-lagi Pram. Padahal, Pram sudah terlalu sering muncul di blog ini.

Saya jatuh cinta pada Pram. Sejak saya memutuskan untuk membalik halaman pertama novel Bumi Manusia-nya. Dia realis. Dia penuh semangat. Dia tajam. Dia menawarkan gagasan.

Bumi Manusia pertama kali saya baca pas kelas 1 SMA, saya pinjam dari perpustakaan daerah. Buku pertama, sekaligus alasan, mengapa saya membikin kartu anggota perpustakaan daerah. Karena pengen baca Pram. -Sebelumnya saya sudah baca beberapa halaman awal dari teman yang pinjam novel itu di perpusda.

Sekarang, entah sudah berapa kali saya membaca Bumi Manusia, tapi saya tetap suka saja membayangkan tiap-tiap bagian ceritanya. Bumi Manusia itu gambaran ideal yang selalu ada di otak saya, tiap saya pengen bikin novel.

Btw, de Saint Exupéry yang nulis The Little Prince itu juga punya novel dengan judul yang sama. Terre des Hommes – Bumi Manusia (terj.).

Pada dasarnya, hanya ada dua judul buku di atas ketika saya berpikir tentang buku apa yang paling menginspirasi saya. Tapi masa cuma dua buku sih, dari sekian sedikit buku yang saya baca itu. Akhirnya, saya jadi berpikir… Kalau dua judul buku di atas langsung refleks, delapan buku di bawah ini sudah melalui proses berpikir yang panjang. Menjelajahi memori, membuka catatan, bahkan merenungkannya sembari jalan.

20131116_2031521

  1. Max Havelaar – Multatuli

Setiap ilmu ada waktunya, kapan kita sanggup untuk menerima. Saya baca buku itu pertama kalinya pas kelas 4 SD. Tapi yang saya inget cuma kisah percintaan Saijah dan Adinda. Dulu juga tahu Multatuli, tapi njuk ngopo? Itu saya gak tahu. Tahu nama dan profil tidak berarti tahu siapa dia toh.

Akhirnya, saya baca lagi buku itu pas kuliah. Betapa banyak hal yang terlewat oleh saya dulu. Panteslah kalau ulama dulu memberikan ilmu yang berbeda-beda kepada tiap muridnya. Ada yang setahun nyantri sudah diberi ilmu tinggi, tapi ada juga yang seumur hidup nyantri dikasih ilmunya segitu-gitu aja. Sebab mereka tahu betul, ilmu itu ada saatnya sendiri-sendiri.

Saya suka pidato Multatuli di novel ini. Juga gambaran sosialnya. Juga romantisme cinta Adinda yang mengguratkan garis demi garis penghitung bulan kala menunggu Saijah…

Sebenarnya, entah ya, sekarang saya jarang baca novel-novel baru. Terlalu banyak novel, terlalu banyak tulisan sekarang. Akses buat nerbitkan novel udah tanpa batas. Kalaupun saya baca, sering dua tiga hari setelah baca sudah lupa. Beda sama karya-karya pengarang dulu. Biarpun udah lama, saya tetap ingat sama Ronggeng Dukuh Paruk Ahmad Tohari, Burung-Burung Manyar Romo Mangun, Harimau Harimau Mochtar Lubis, Les Miserables Victor Hugo, de el el.

  1. Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer

Konsep rumah kaca-nya Algemenee Secretarie itu menarik buat coba diaplikasikan di lembaga dakwah. Masih penasaran buat merealisasikan sampe sekarang. –sumbangan ide pak Arwyn JS.

  1. Psikolinguistik – Soenjono Dardjowidjojo

Inspire-lha wong itu buku yang mengantar saya bikin skripsi. Haha. Kalau mau tambah lagi buku serupa, ada si Clark and Clark-Psychology of Language.

  1. Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim – Salim A. Fillah

Pas pertama-tama masuk ke lingkaran itu, saya tanya, saya harus gimana dan baca buku apa biar punya gambaran?

Salim A. Fillah-Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim.

  1. Catatan Pinggir – Goenawan Mohamad

Saya lebih ke gaya tulisan dia kalo ini. Bukan isinya, isinya mah gak ngerti.

Saya pengen bisa nulis yang… Yang tidak terlalu santai kayak orang omong kosong, tapi juga tidak terlalu serius kayak bikin makalah. Tapi sekaligus sebenarnya sangat serius dan butuh referensi yang luas. Ya, yang kayak gitu.

  1. Sepotong Senja untuk Pacarku –Sebuah Cerpen- Seno Gumira Ajidarma

Kamu mau saya potongkan senja? Kamu, iya kamu.😀

Janganlah, kasihan “Tukang Pos dalam Amplop” yang membawanya. Saya juga tidak mau mendapat kabar buruk seperti “Jawaban Alina.”

Imajinasimu itu lho Om Seno, menggigit!

  1. Kambing Jantan – Raditya Dika

Raditya Dika itu mewakili sekelompok anak muda kreatif di negeri kita.

Pas saya SMA, ini buku lagi tenar-tenarnya. Saya jadi ikut-ikutan bikin blog. Sempat heran, kenapa cerita-cerita bodoh gini sekarang laku ya? Akhirnya, saya isi blog saya dengan cerita ngaco kayak si Radit. Tapi saya malah merasa semakin bodoh dan semua postingan saya delete tak lama kemudian.

10. Islam dan Sekularisme – Syed M. Naquib Al Attas

Sebenarnya bisa dibilang inspire gak ya ini? Sebagai murid cucu Al Attas, ini buku yang udah jadi kayak makanan pokok saya sejak dua tahun terakhir. Jadi, ya gimana saya gak langsung inget sama dia… Recommended. Dan kalau mau ngomongin buku-buku serius yang saya suka, bolehlah disebut Nusa Jawa Silang Budaya Denys Lombard, tulisan2 Prof. Kuntowijoyo, Tugas Cendekiawan Muslim Ali Shari’ati, de el el.

Well, kamu tahu kenapa suatu buku bisa inspire? Satu buku bisa sama-sama inspire buat aku dan kamu, tapi sisi inspire-nya bisa jadi berbeda. Menurutku, inspire itu tidak selalu karena bagus. Bisa jadi karena apa yang disampaikan buku itu berkaitan dengan kita, kita punya kepentingan dengan buku itu, atau buku itu sampai pada kita pada momentum yang tepat.

Selamat membaca!

One thought on “#10 buku yang menginspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s