Catatan / Sosok

Peran Hidup


Setiap orang punya takdir, punya jalan hidup, kata bapak saya. Setiap orang sudah digariskan untuk menjalani perannya masing-masing. Ada yang memang digariskan untuk menjalani peran sebagai pejabat, pedagang, pengusaha, tapi ada juga yang digariskan hanya sebagai buruh bangunan, pembantu rumah tangga, atau pedagang keliling.

Lantas kita biasa mereduksi penilaian kita terhadap seseorang dengan hanya melihat sisi fungsionalnya saja. Kita melihat mereka sebagai pejabat, dokter, birokrat, pengusaha, mahasiswa, tukang becak, tukang sate, buruh… Tidak melihat mereka sebagai manusia. Wacana-wacana yang ada di sekitar kita juga sering menggiring kita untuk berpikir demikian. Setiap profesi seolah punya watak masing-masing yang bersifat stereotipe. Kita menghina dengan menyebut profesi tukang becak atau kuli misalnya. Padahal banyak tukang becak dan kuli yang lebih hanif dibanding para pejabat atau birokrat yang kita hormati.

Orang-orang yang sudah digariskan untuk berperan menjadi pedagang keliling atau kuli itu, adalah juga manusia sebagaimana para pejabat dan birokrat yang kita hormati. Mereka mungkin adalah pahlawan bagi anak-anaknya. Mereka mungkin adalah orang-orang jujur dan lurus yang dengan penuh kerja keras bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga. Mereka mungkin adalah ayah-ayah yang sering juga terharu bila melihat anaknya mendapat ranking satu saat penerimaan raport.

Orang-orang yang digariskan untuk menjadi –sebut saja- manusia kelas ekonomi bawah itu belum tentu bodoh. Mungkin, mereka sebenarnya jauh lebih cerdas daripada orang lain, sebenarnya punya kemampuan melebihi apa yang sekarang dikerjakannya. Tapi kalau sudah menjadi takdirnya seperti itu, sudah digariskan perannya di dunia ini adalah seperti itu, ya ndilalah apapun yang dia lakukan akan mengarah ke situ.

Ingat tokoh Lintang dalam Laskar Pelangi Andrea Hirata? Ya, demikianlah contohnya. Lintang adalah sosok yang cerdas, jenius, berkemauan keras, penuh perjuangan. Dia tidak bodoh, kemampuannya melebihi apa yang dibutuhkan oleh seorang nelayan. Dia barangkali mampu menjadi seorang peneliti, dosen, atau profesor. Tapi Allah menggariskan dia untuk menjadi seorang nelayan. Kun fayakun. Jadilah dia nelayan. Ada orang-orang tertentu yang Allah tidak menggariskannya untuk menjadi orang hebat, tapi untuk menjadi inspirasi bagi orang lain agar menjadi hebat. Seperti Lintang. Maka, ketika ia berhasil menginspirasi itulah dia memperoleh kehebatannya.

Tapi, apapun peran hidupnya nanti, setiap orang tetap harus melakukan segala sesuatu dalam hidupnya sebaik mungkin. Setiap orang harus merencanakan dan mengusahakan yang terbaik dalam hidupnya. Kalau tidak, ia tidak akan mencapai peran yang sudah digariskan itu. Bagi manusia yang mau berusaha, ia punya kemungkinan untuk mendapatkan peran hidup sesuai yang dia usahakan itu. Manusia merencanakan, Allah menentukan. Tapi manusia tidak mau berusaha, jelas dia tidak akan mendapatkan peran hidup yang baik. Karena “… Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan mereka sendiri”.

Memahami adanya peran hidup itu membuat kita bisa lebih bersyukur dan bersabar. Ketika apa yang kita usahakan mendapatkan hasil sesuai dengan yang kita inginkan, ketika ternyata takdir kita sama dengan apa yang kita rencanakan, kita tidak lupa bersyukur. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang kita dapat adalah nikmat dari Allah. Tapi ketika ternyata kita tidak mendapatkan apa yang kita rencanakan, kita tidak lantas putus asa. Kita bersabar, karena sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

***

Pemikiran tentang peran hidup itulah yang membuat saya ingin, sejak postingan ini, menambahkan satu kategori baru di blog. Sosok. Bukan tentang para seleb, politisi, atau orang-orang terkenal yang biasa berseliweran di media. Ini tentang orang-orang hebat yang ada di sekitar saya. Mereka orang-orang biasa. Tapi hebat karena kesederhanaannya, hebat karena prinsip hidupnya, hebat karena prestasinya, hebat dalam keterbatasannya.

Sampai jumpa dengan Sosok perdana pada postingan depan!

-12.17:11:08:2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s