Linguistik

Konsep Bahasa Al Farabi


Aristoteles telah memperkenalkan teorinya tentang kelas kata dalam ilmu bahasa sejak zaman Yunani kuno, meskipun waktu itu masih sederhana. Seorang raja pada zaman dulu, alkisah, ada yang pernah mengisolasi anaknya –hanya- untuk mengetahui bagaimana seorang anak memperoleh bahasa untuk pertama kalinya. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa telah menarik perhatian manusia sejak lama. Maka, tak heran jika ternyata, kita juga menemukan para intelektual Islam telah merumuskan konsep-konsep tentang ilmu bahasa. Al Farabi, misalnya.

Abu Nasr Muhammad bin Muhammad ibn Tarkhan ibn Awzalagh al Farabi (wafat 339 H/970M) adalah seorang jenius ensiklopedis. Ia menulis sekian banyak buku terkemuka dalam hampir setiap cabang ilmu pengetahuan di abad pertengahan, dengan pengecualian pada bidang kedokteran. Al Farabi juga salah satu ilmuwan Islam yang menciptakan klasifikasi ilmu (ihsa’ al-‘ulum), dengan klasifikasi sebagai berikut:

  1. Ilmu bahasa (‘ilm al lisan)
  2. Logika (‘ilm al mantiq)
  3. Matematika atau ilmu propaedeutic (‘ulum al-ta’alim), yang terdiri dari
    1. Aritmatika
    2. Geometri
    3. Optik
    4. Astronomi
    5. Musik
    6. Ilmu penimbangan
    7. Teknik
    8. Fisika atau ilmu alam
    9. Metafisika
    10. Ilmu politik, hukum, dan dialektikal teologi

Dalam tulisan ini, yang akan kita bahas adalah pemikiran Al Farabi terhadap ilmu bahasa.

nvnd

Al Farabi memulai klasifikasi ilmunya dengan ilmu bahasa, dimana ilmu bahasa ini kemudian dibagi menjadi tujuh macam. Pembagian ini bersifat universal dan dapat diaplikasikan kepada setiap bahasa manusia (‘ilm al lisan ‘ind kull ummat).

Sebelumnya, Al Farabi membedakan fungsi fundamental ilmu bahasa menjadi dua. Pertama, untuk menjaga atau mempertahankan ungkapan penting (al-lafaz al dallah), baik ungkapan sederhana (simple expressions) maupun ungkapan gabungan (composite expressions). Ungkapan sederhana merupakan satu dari tiga jenis, yaitu noun (ism), verb (fi’il), dan partikel (harf).

Noun adalah ungkapan sederhana, menandakan arti yang dapat dipahami dengan sendirinya dan oleh dirinya sendiri, tanpa terikat oleh intisari, struktur, dan bentuk. Arti suatu noun tidak dipengaruhi oleh keberadaan noun tersebut di dalam kalimat. Contohnya, he walks, he will walk, he walked. Dalam ketiga contoh tersebut, noun menandakan sebuah makna dan pada waktu yang sama menandakan arti sesuai dengan letak kata tersebut dalam kalimat.

Verb adalah ungkapan sederhana, menandakan arti yang dapat dipahami dengan sendirinya dan oleh dirinya sendiri, tapi pada waktu yang sama dia menandakan struktur dan intisarinya, artinya dipengaruhi oleh dimana verba tersebut berada dalam struktur kalimat. Partikel adalah ungkapan sederhana, menandakan sebuah arti yang tidak dapat dipahami dengan sendirinya dan oleh dirinya sendiri, kecuali ketika dia bergabung pada noun atau verb atau keduanya.

Masing-masing dari tiga jenis ungkapan sederhana tersebut digunakan untuk menandakan sebuah gagasan tunggal. Apa yang dijelaskan oleh Al Farabi ini masih relevan hingga kini dalam teori linguistik. Tiga jenis ungkapan sederhana tersebut merupakan kelas kata, yang kini berkat teori-teori dari para linguis terkemudian, telah berkembang menjadi kurang lebih tiga belas kelas kata.

Sementara itu, ungkapan gabungan menandakan baik gagasan tunggal maupun gagasan majemuk. Ungkapan gabungan tersusun dari dua atau ketiga jenis ungkapan sederhana di atas. Contoh ungkapan gabungan yang menandakan sebuah gagasan tunggal, menurut Al Farabi, adalah ‘Abd al-Malik (hamba raja) ketika digunakan sebagai nama kebesaran seseorang. Gabungan kata tersebut bukan lagi frase ketika merujuk pada nama orang.

Ungkapan yang menandakan gagasan majemuk disebut frase. Frase dapat diklasifikasikan ke dalam sejumlah kategori. Ada frase lengkap dan frasa tidak lengkap. Yang termasuk jenis frasa lengkap adalah pernyataan (statement), perintah (imperative), permohonan yang mendesak (entreaty), permintaan (request), dan seruan (vocative). Kalimat pernyataan terbagi menjadi pernyataan yang salah dan yang benar (true or false). Sementara, keempat jenis lainnya tidak dapat dinyatakan salah atau benar, kecuali oleh kebetulan.

Fungsi kedua dari ilmu bahasa adalah untuk merumuskan aturan atau ketentuan yang mengatur ketiga ungkapan penting di atas. Setiap seni, baik yang bersifat teoretis maupun praktis, digolongkan oleh seperangkat aturan. Aturan dalam setiap seni mengarah pada tiga hal. Pertama, untuk mencapai sebuah pemahaman yang lengkap dan bermakna yang menyusun seni tersebut, sehingga unsur-unsur dalam seni ini dengan jelas dapat dibedakan dari unsur-unsur seni lain. Kedua, untuk mengetahui kesalahan yang mungkin dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki pengetahuan tentang aturan tersebut. Ketiga, untuk memudahkan dalam mempelajari apa yang menyusun seni tersebut.

Pembagian ilmu bahasa Al Farabi yang terdiri dari tujuh macam itu, didasarkan pada “anatomi” bahasa manusia dan kedua fungsi di atas. Ketujuh macam pembagian ilmu bahasa tersebut adalah sebagai berikut.

1. Cabang yang pertama, merupakan ilmu tentang ungkapan sederhana (simple expressions), yaitu leksikografi dan leksikologi.

2. Ilmu tentang ungkapan gabungan (composite expressions), yang di dalamnya mengkategorikan frasa majemuk. Cabang ini mencakup penelitian tentang pemeliharaan dan transmisi bahasa dalam sejarah sastra suatu bangsa.

3. Ilmu tentang aturan yang mengatur ungkapan sederhana. Hal ini berhubungan dengan morfologi, fonetik, dan ortografi.

Pada bab morfologi di buku Ihsa al-‘ulum, al Farabi menggunakan istilah mithal awwal (prototipe) untuk menunjukkan sebuah kata yang tidak berasal dari kata lainnya. Morfologi mempelajari, di samping beberapa hal lainnya, pembedaan antara prototipe yang masdar, dimana verba berasal darinya, dan prototipe yang bukan masdar. Dalam Kitab al Huruf, al Farabi juga mengadoptasi pendekatan semantik pada morfologi bahasa Arab, serta membedakan prototipe menjadi prototipe bentuk dan prototipe makna.

4. Ilmu tentang aturan yang mengatur ungkapan gabungan. Hal ini berhubungan dengan dua jenis aturan yang berbeda, yaitu

a. aturan mengenai tanda perubahan noun (termasuk pronoun), verba, dan partikel ketika mereka bergabung atau disusun dalam pemakaian kata-kata. Ilmu yang pertama ini oleh Al Farabi disebut grammar atau tata bahasa.

b. aturan yang menyusun atau menggabungkan kata-kata menjadi frase yang bermakna.

5. Ilmu tentang aturan kepenulisan yang benar. Ilmu ini digunakan untuk membedakan penulisan yang salah dengan yang benar dan menjelaskan kepenulisan yang benar.

6. Ilmu tentang aturan membaca yang benar. Ini berhubungan dengan pengucapan (pronounciation) yang benar dari suatu kata atau frasa.

7. Prosodi, merupakan kajian tentang persajakan, yang mengkaji tekanan, matra, rima, irama, dan bait dalam sajak. Ilmu tentang prosodi ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu

a. mengetahui irama yang digunakan dalam puitika sajak, mana irama yang lebih sempurna, lebih indah, dan lebih enak untuk didengar daripada yang lainnya.

b. berhubungan dengan perbedaan irama yang digunakan dalam setiap jenis persajakan

c. menyelidiki jenis-jenis ungkapan yang tepat untuk puitika sajak

Al Farabi melukiskan ilmu linguistik, terutama grammar, sebagai ilmu yang sangat penting dan diperlukan untuk pengembangan ilmu lainnya. Grammar dan logika, keduanya sangat diperlukan untuk mengkonstruksi sebuah sistem filosofi rasional. Mereka dibutuhkan sebagai alat untuk mempelajari segala jenis ilmu pengetahuan yang lain. Ilmu bahasa oleh al Farabi diletakkan paling atas dalam klasifikasi ilmu pengetahuannya karena mempelajari ilmu bahasa dibutuhkan pertama kali sebagai prasyarat untuk menguasai logika. Dalam Islam, sampai pada masa Al Farabi, pertanyaan tentang sifat dasar dan asal mula bahasa pada umumnya diselidiki dalam kalam, fiqh, dan filsafat, daripada dalam grammar dan filologi.

*sekedar nulis2 asyik, terjemah bebas dari buku The Classification of Islamic Knowledge karya Osman Bakr.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s