Sketsa

ARTISTIK! (Etalase Koleksi Sampul Majalah Basis)


basis2

Seorang perempuan Jawa berusia lanjut, berpakaian kebaya, berkain batik, tengah duduk di bangku menantikan sesuatu –entah apa- ditemani tas dan sedikit barang bawaan. Di latar belakang, tampak sebuah rumah menanti kepulangan. Di samping gambar itu, tertulis dengan fontsize besar, “Sri, Kapan Kau Kembali?” Sementara di bagian atas tertulis, “Melawan Lewat Dagelan.” Perhatikan lalu tersenyumlah, banyak yang bisa ditangkap dan dijalin oleh otak kita dari gambar itu. Itulah salah satu cover majalah Basis, yang beberapa di antaranya akan Anda lihat di bawah ini.

Artistik! Demikian kesan saya ketika melihat sampul majalah itu untuk pertama kali, tahun 2007 di Perpusda Kulon Progo. Desain sampul-sampulnya langsung memikat saya. BASIS, demikian namanya. Anda bisa cek di www.majalahbasis.com. Jurnalisme Seribu Mata-Menembus Fakta-Sejak 1951.

Tapi ternyata, majalah itu tidak mudah ditemukan. Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah saya pergi ke kios majalah berniat mencari majalah tersebut. Di kios majalah…
Sambil melihat-lihat majalah yang terpajang, “Ada majalah Basis, Mas?”
Mas-mas penjual itu mengerutkan alis, “Basis? Gadis kali, mbak. Adanya itu majalah Gadis.”
“Bukan, bukan Gadis. Basis! Majalah kebudayaan, Mas.”
“Oh, Djoko Lodhang?”
Djoko Lodhang?? Hahaha.”

Saya spontan tertawa, sungguh tak sopan. Sementara si mas-mas penjual menatap saya tak mengerti. (Untuk bisa sama-sama tertawa kadang orang butuh frame dan background knowledge yang sama). Rupanya, kata “majalah kebudayaan” yang saya ucapkan memberi asosiasi pada majalah bahasa Jawa Djoko Lodhang! Padahal Djoko Lodhang juga bukan majalah kebudayaan. Barangkali karena berbahasa Jawa, maka cenderung mudah dikaitkan dengan kata “budaya”.

Akhirnya, saya baru menemukan majalah itu setelah S1, di kios majalah Matarantai, Kantin “Bonbin” Humaniora. Tapi, karena harganya relatif lebih mahal dari Tempo Edisi Mahasiswa, biasanya saya lebih memilih untuk membeli Tempo. Tercatat, hanya dua-tiga kali saya membeli majalah Basis.

***

Saya tidak berniat untuk menguraikan perihal majalah ini. Tapi jika ingin membaca, setidaknya, saya pernah menemukan dua tulisan yang menyinggung majalah kebudayaan ini. Pertama, tulisan Jakob Sumardjo berjudul “Pasang Surut Majalah Kebudayaan Indonesia” dalam buku E. Ulrich Kratz, Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX, terbitan KPG Jakarta, 2000. Kedua, mengambil sumber dari artikel Jakob Sumardjo juga, bisa dilihat dalam buku P Swantoro, Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu terbitan KPG Jakarta, 2002, bab 5 “Dari Majalah Basis ke Balai Poetaka”, halaman 39.

Berikut ini saya pajang koleksi –hasil searching– sampul majalah Basis yang saya miliki… Selamat melihat, mengerutkan kening, dan merenungkan. Tapi, tersenyumlah –entah dengan senyum lebar, senyum simpul, atau senyum getir-.

Edisi_16082012021728_07082010

Edisi_20062013022208_basis_0102_2003

Edisi_18062013222247_basis_0102_2004

Edisi_16082012020642_11122011

Edisi_17062013034728_basis_0304_2004

Edisi_16082012020555_05062011

Edisi_16082012015551_07082012

Edisi_12092012012208_07082004

Edisi_11062013025526_basis_0304_2005

cover basis 2222

basis5

basis4

basis3

basis1

5

3

2

1

Edisi_22012014222233_2014,_BASIS_0102_cover

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s