Catatan

Kecenderungan Baru


Akhir-akhir ini saya kira, saya memang punya kecenderungan baru. Menulis dengan gaya bercerita dengan bahasa yang juga semau saya. Merekam peristiwa-peristiwa sepele dan mengomentarinya sekehendak saya. Entah kenapa, tapi saya mendadak terobsesi untuk menjadi penulis kolom…

Adik terakhir saya sedang nonton TV sambil ngobrol ke sana ke mari dengan ibu saya di ruang tengah petang itu. Jelang maghrib.

“Aku besok mau masuk jurusan apa ya kalau SMK ?” Adik saya membuka pertanyaan, sekedar glotha-glathe saja. Di tangannya remote TV tergenggam. Dia masih kelas 1 SMP.

“Lha kamu itu mau SMA atau SMK ?”, tanya saya dari kamar.

“Kalau diterima SMA 1, tapi kalau tidak ya di SMK. Mau masuk jurusan apa ya ?”

Wis, kamu itu masuk masuk penjualan saja. Besok dagang,” ucap Ibu saya.

“Aah, Ibu ki. Masa dagang,” tolak adik saya enggan.

“Lha kamu mau jadi apa ? Udah cocok kamu itu dagang.”

“Aku tu gampang, cuma mau jadi orang kaya kok. Hahaha. Kalau mau jadi orang kaya itu masuk jurusan apa ya ?” Adik saya ketawa.

“Jurusan korupsi!”, tiba-tiba bapak saya menimpali.

“Nah, bener itu, jurusan korupsi.” Adik pertama saya ikut-ikutan mendukung.

Saya tersenyum mendengarnya. Ada-ada saja. Ini ada korupsi jadi jurusan. Tampaknya korupsi sekarang memang sudah menjadi trend. Saya pikir sekarang korupsi tidak lagi dipandang sebagai aib. Para koruptor dengan tenangnya senyum-senyum di depan kamera. Semakin lama semakin banyak saja, seolah di kalangan para elite sana pada berlomba, “Siapa yang paling besar korupsinya di antara kita ?”

Dan saya jadi teringat, semalam ketika menyaksikan para perempuan ayu berlaga di panggung Miss Indonesia, ada satu pertanyaan juri yang juga berkaitan dengan korupsi. “Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah korupsi di Indonesia ? Hukuman seperti apa yang Anda berikan bagi para koruptor ?”

Calon miss itu menjawab, “Saya akan memberikan hukuman penjara seumur hidup kepada para koruptor. Saya juga akan menyuruh para koruptor tersebut untuk melakukan kerja sosial selama masa tahanannya agar mereka jera. Selain itu agar mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan dapat bermanfaat untuk orang lain.” Good answer, kita lihat saja buktinya, kata sang juri.

Tapi entah kenapa saya rasa pertanyaan-pertanyaan para juri dalam kontestasi semacam itu selalu “pertanyaan-pertanyaan aman”. Dalam arti, ya jawabannya sudah sering kita dengar, sudah lazim, dan tidak membutuhkan analisis yang panjang. Kita menjawab seperti apapun bisa benar.  Misalnya, apa yang akan Anda lakukan untuk memperkenalkan Indonesia ke pada dunia internasional, bagaimana kalau Anda menjadi A, menurut Anda apa masalah di Indonesia selain korupsi dan kriminalitas, dsb.

Dan saya bayangkan di masa depan, bagaimana jika benar-benar ada jurusan korupsi? Fakultas Keuangan, Jurusan Korupsi dan Penggelapan Dana. Telah dibuka… Sekolah Tinggi Korupsi Nasional, Fakultas Keuangan, Jurusan Korupsi dan Penggelapan Dana. Menerima 100 orang mahasiswa, dengan bimbingan dosen koruptor ternama, uang kuliah terjangkau, biaya masuk dibayar setelah sukses korupsi. Luar biasa. Lha siapa tahu, korupsi saja sekarang sudah berani terang-terangan.

One thought on “Kecenderungan Baru

  1. Tuti, dari ide itu sebetulnya kau bisa berimajinasi layaknya Prof. SGA, menulis fiksi tentang Jurusan Korupsi itu. Bayangkan saja negeri ini benar2 terpuruk di cerita itu. Semacam cerita sindiran

    Oya, kalaupun ada, seharusnya jurusan Penanganan Korupsi. Di Jepang sudah sejak dulu ada kelas dengan mata pelajaran Mitigasi Bencana (soalnya kan di sana rawan gempa dan tsunami), bagaimana dengan di Indonesia yg sungguh rawan korupsi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s