Sajak

Balada di Warung Kecil dan Showroom Megah


:sebuah reportase dari satu sudut kota Jogja

 

Azan mengumandang menerobos panas terik jalanan…

Seorang wanita tua

tertatih-tatih dalam ketakberdayaannya

dengan tangan keriput ia meraba-raba dinding bambu

di warung kecilnya yang berdiri  tak indah

depan showroom megah berpagar besi

bercat merah.

Kaleng cat kecil berisi air

berdiri rapuh di atas dua papan sejajar

mulai melengkung menahan beban

Tangan itu telah gemetar seolah kedinginan.

Wajah keriput yang basah

memendarkan kilauan-kilauan indah

Dan saat tangannya tengadah dengan pasrah,

Di depan sana di showroom megah berpagar besi

bercat merah

berpuluh wanita berkutat di depan barang-barang mewah

menebar senyum palsu dari bibir bergincu

Tak ingatkah mereka untuk menghadap Tuhannya yang telah memberi hidup begitu indah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s